Pengertian Konseling Keluarga
Sebelum kepada model-model konseling keluarga maka berikut ini akan
dikemukakan defini konseling keluarga.
“Family therapy is an interactive proces which seeks to aid the family in
regaining a homeostatic balance with which all the members are confortable in
pursuing this objective the family therapist operates under certain basic
assumptions”.[3]
Definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa konseling keluarga adalah suatu
proses interaktif untuk membantu keluarga dalam memcapai keseimbangan dimana
setiap anggota keluarga merasakan kebahagiaan. Untuk mencapai hal tersebut ini
dikemukakan asumsi-asumsi dasar yang dapat menunjang pencapaian tujuan.
Konseling keluarga adalah usaha membantu individu anggota keluarga untuk
mengaktualisasikan potensinya atau mengantisipasi masalah yang dialaminya,
melalui sistem kehidupan keluarga, dan mengusahakan agar terjadi perubahan
prilaku yang positif pada diri individu yang akan memberi dampak positif pula
terhadap anggota keluarga lainnya.[4]
Model-Model Konseling Keluarga
Salah
satu model konseling keluarga adalah terapi keluarga atau family therapy.
Terapi ini mulai dikembangkan sejak tahun 1950. Terapi keluarga merupakan
suatu metode yang menggunakan pendekatan struktural dalam menanggani masalah
keluarga. Titik tolak dari pendekatan ini ialah pendapat bahwa keluarga
merupakan suatu sistem sosialterkecil. Jadi, jika salah seorang anggota
keluarga mengalami masalah-masalah yang mengganggu keseimbangan dirinya atau
penampilan tingkah lakunya maka seluruh keluarga yang lain akan juga mengikuti
gangguan atau goncangan itu.[5]
Diagnosis dan konseling oleh Ackerman
(Ackerman’s Family Diagnosis and Counseling)
Nothan W. Ackerman,seorang psikiatri di New York yang secara professional
telah mengembangkan dan menyebarluaskan konseling keluarga dengan menekankan
interdipendensi antara prosedur diagnosis dan penanganan (treatment)
Ia menjelaskan putusan diagnotis menentukan kejelasan penentuan tujuan
konseling dan kekhususan tekhnik yang digunakan dalam konseling keluarga serat
interview terhadap keluarga menjadi komponen essential dalam sistem diagnosis
dalam konseling keluarga.
Untuk mencapai tujuan, seorang konselor keluarga spesifik sebagai
berikut:
·
Membantu keluarga mencapai kejelasan pembatasan
konflik.
·
Mendudukkan konflik pada tempat yang sebenarnya.
·
Meluruskan prasangka-prasangka rasional yang
tercakup dalam konflik dengan cara:
1)
Membebaskan beban yang terlalu banyak pada
seseorang sebagai anggota dalam satu keluarga.
2)
Membebaskan beban kesedihan karena konflik dalam
keluarga, di mana seharusnyadapat saling berhubungan dengan efektif.
3)
Mengaktifkan masuknya unsur emosi yang baik ke
dalam hubungan antar anggota keluarga.
Konseling keluarga secara bersama-sama oleh
Safir (Safir’s Conjoint Family Counseling).
Virgina Safir sebagai seorang ahli terapi, mempunyai ciri seorang yang
suka langsung, penuh semangat, otoriter dalam pertemuan-pertemuan dengan
anggota keluarga. Selama mengadakan pertemuan dengan keluarga, Safir memmbuat
pertanyaan lebih banyak daripada anggota keluarga. Tujuannya adalah untuk
mengembangkan interaksi antar anggota keluarga. Dia melakukan semua hal ini
dengan komunikasi verbal yang sangat baik dan dengan dirinya sendiri sebagai
pusatnya.
Dalam pelaksanaan konseling, Safir menuntut suami dan istri sama-sama
hadir dalam wawancara pertama, ia menekankan pentingnya kebutuhan laki-laki dan
perempuan dalam rangka memperoleh informasi tentang masalah keluarga. Dalam
wawancara pertama, Safir mengajukan pertanyaan untuk mengetahui apa yang
diinginkan keluarga tersebut dan apa yang diharapkan dari konseling dan
kemudian secara mendalam mengetahui keadaan atau sifat keluarga yang diberikan
bantuan. selanjutnyaSafir menjelaskan bahwa tiap keluarga memberikan kontribusi
yang tidak sama dengan keluarga lainnya dan terhadap kesulitannya. Hal inilah
yang perlu dimengerti oleh konselor sebelum memberikan bantuan.
Dalam membantu keluarga agar hubungannya lebih efektif, Safir menempuh
dua jalan,anatar membantu orang tua untuk mengerti anaknya dan penerimaan timbal
balik antar mereka sendiri.
Konseling keluarga berdasarkan
Triad (Triad’s Based Family Counseling)
Grald H. Zuk seorang ahli psikoterapi dari Philadelphia mengembangkan
konseling keluarga berdasarkan hubungan antara tiga atau lebih dalam keluarganya,
yang menurut anggapannya lebih baik daripada berdasarkan yang banyak dilakukan
oleh ahli psikoanalisis. Zuk menekankan bahwa triad itu dipakai sebagai
perbaikan dari model dyad, yaitu terapi keluarga berdasarkan hubungan tiga
orang dalam keluarga:
·
Antara anak – ibu – anak
·
Antara anak – ayah – anak
·
Antara ayah – ibu – anak
Karena kesulitan dan permasalahan keluarga tersebuit kemungkinan harus
melibatkan dua atau lebih anggota keluarga yang saling bertentangan. Dalam
mengatasi pertentangan keluarga, seorang terapis diharapkan mampu berperan
sebagai penengah dan pelerai.
Konseling kelompok keluarga oleh
Bell (Bell’s Family Group Counseling)
Jhon Elderkin Bell, seorang ahli psikoterapi dari California. Dalam
konselingnya memfungsikan pentingnya hubungan dalam keluarga sebagai cara untuk
memperkuat hubungan sebagai suatu kelompok. Menurut Bell tugas yang harus
segera dilakukan adalah membantu memperluas dan memperbaiki hubungan antar
anggota keluarga. Peningkatan komunikasi keluarga sebagai cara yang paling baik
untuk pemecahan masalah keluarga. Bell mengajarkan kepada keluarga untuk:
·
Sifat yang lebih fleksibel.
·
Lebih terbuka.
·
Langsung.
·
Jelas.
·
Lebih disiplin dalam memilih dan membentuk
hubungan.
Konseling tingkah laku keluarga oleh
Liberman (Behavior Counseling)
R. Paul Liberman, seorang ahli psikiater dari California telah menerapkan
teori-teori dan prosedur konseling tingkah laku dalam keluarga. Menurutnya
tugas terapis adalah:
Menyebutkan secara panjang lebar
mengenai tingkah laku penyesuaian yang buruk (maladaptive behavior). Memilih
tujuan-tujuan yang masuk akaldari beberapa alternatif, tingkah laku yang sesuai
(adaptive behavior).Mengarahkan dan membimbing keluarga untuk merubah tingkah
laku yang tak sesuai dengan tingkah laku yang sesuai.
Dalam penerapan teori tingkah laku ke dalam konseling keluarga, Liberman
menekankan pada tiga hal pokok:
·
Menciptakan dan memelihara konselingyang positif
dengan jalan menggunakan penguatan sosial dan model.
·
Mendiagnosis problem-problem keluarga ke dalam
istilah tingkah laku.
·
Mengimplementasikan prinsip-prinsip tingkah laku
dari penguat dan model (contoh) dalam hubungan interpersonal.
Liberman membedakan beberapa tingkah laku konselor yang cendrung
mengecilkan pentingnya hubungan antar konselor dan klien. Bahkan ada beberapa
kritik bahwa konseling tingkah laku cendrung menggunakan pendekatan mengajar
secara mesin (teaching machine) terhadap perubahan kepribadian
Dalam membuat penialaian tingkah laku, Liberman menanyakan kepada
tiap-tiap anggota keluarga berturut-turut apakah dia senang melihat
perubahan-perubahan dari keluarga lain dan apakah dia menyukai dibedakannya
dengan dirinya serta perbedaan apa yang dikehendaki di lihat pada keluarga
lain. Jawaban-jawaban dari pertanyaan-pertanyaan itu digunakan sebagai pedoman,
sehingga dia dapat membuat pilihan yang seksama terhadap tujuan tingkah laku
yang spesifik. Analisis tingkah laku belum selesai sesudah pertemuan pertama, tetapi
harus dilakukan secara rutin sampai problem tingkah laku mereka berubah.
Liberman menggunakan model atau permainan peranan dalam melakukan
penyembuhan. Model itu dapat dalam satu dari konselor, atau anggota keluarga.
Jika model menujukkan tingkah laku yang diinginkan berarti bantuan yang
diterima positif dan mungkin klien akan menirunya.
Dalam konseling tingkah laku mengutamakan pula adanya kesepakatan antara
pribadi, antara konselor dan anggota keluarga untuk mengubah problem tingkah
laku yang lebih sesuai. Liberman mengatakan bahwa pendekatan tingkah laku pada
konseling keluarga memerlukan keuletan tenaga dari konselor, berlainan dengan
pendekatan psikoanalisis.
Konseling dampak ganda oleh Gregor
(multiple impact counseling)
Robert Ma Gregor seorang ahli psikologi, mengembangkan suatu metode untuk
menangani keluarga dengan melihat gangguan dan krisis pada masa remajanya.
Metode itu disebut multiple impact counseling yang sering disingkat dengan MIC.
MIC melibatkan orang-orang yang ada hubungannya dengan keluarga tersebut,
misalnya saudara, tetangga, teman, dan lain-lain. Konselor pun terdiri dari
bermacam-macam ahli, yaitu ahli psikologi, psikiater, pekerja sosial, dokter
dan lain-lain.
MIC mencoba menolong klien dan keluarga melalui proses alamiah menuju
keperbaiakan fungsi. Pelaksanaan konseling dengan cara pertemuan (conference)
antara konselor, klien dan keluarganya dan orang-orang lain seperti tersebut di
atas. Dalam pertemuan terjadi wawancara dan diskusi antara konselor dengan
klien dan keluarganya.
MIC dilaksanakan selama dua setengah hari dan sering selama dua hari saja
MIC telah selesai. Pertemuan, wawancara dan diskusi dilakukan pada pagi dan
sore hari secara terus menerus selam dua hari itu.
Campur tangan jaringan social oleh
Speck (social network intervention)
Ross V. Speck seorang psikiater, dengan teman-temanya telah mengembangkan
konseling keluarga. Dalam campur tangan jaringan sosial ini Speck dan
teman-temanya melibatkan seluruh saudara, teman-teman. Tetangga dari keluarga
yang bermasalah yang kelihatannya mempunyai pengaruh yang berarti bagi keluarga
itu. Caranya dengan mengadakan pertemuan di rumah keluarga tersebut, dan
melibatkan kira-kira 40 orang. Tempat pertemuan dapat juga diadakan di rumah
salah satu keluarga. Salah seorang dari mereka dapat juga diadakan dipilih
menjadi pimpinan jaringan sosial tersebut. Seorang pimpinan dibutuhkan perasaan
peka terhadap waktu, empati, perasaan akan suasana hati kelompok dan mempunyai
kharisma. Dia juga harus mempunyai kecakapan untuk memberikan kepercayaan,
bertanggung jawab dan memberikan penyelesaian yang baik terhadap anggota
jaringan.
Anggota jaringan mendapatkan perasaan kesatuan dan pikiran yang
menyenangkan seperti halnya tim pemain sepak bola,mereka dapat melepasakan
ketegangan dengan berlari, meloncat dan berteriak. Bagi yang mengalami
krisismendapat pusat perhatian dan untuk penyelesaiannya dilakukan secara
terpisah.
Sebelum diskusi jaringan dengan keluarga, informasi yang pokok dikumpulkan
untuk melengkapi konstruksi dari strategi jaringan pada pertemuan pertama.
Sebelum sidang, prosedur yang biasanya dilakukan adalah konselor memasang tape
recorder, mengumpulkan pendapat anggota keluarga, mendengarkan desas-desus dan
biasanya didapat informasi tentang kelompok. Dalam hal ini biasanya konselor
bertindak sebagai pembantu dengan dua atau empat orang berprofesi sebagai
penasehat tersebut dalam latihan sebagai konselor jaringan, tetapi juga
berprofesi sebagai pelopor. Kepercayaan tercipta selam hubungan akrab satu
persatu dengan konselor selam sidang, mungkin setelah itu tidak ada hubungan
lagi. Karena iotu dipesankan oleh konselor untuk membentuk jaringa komuniksi
secara tetap. Dalam jaringan ini timbul perasaan baru dari para anggota dan
sadar akan rasa kebersamaan.
Konseling keluarga ganda oleh
Laqueur (multiple family counseling)
H. Peter Laquer adalah seorang psikiater, ia menciptakan multiple family
counseling. Ia mengatakan bahwa konseling yang demikian telah berkembang menjadi
kebutuhan karena ia melihat sejumlah ketidak efisienan konselor dalm mengobati
krisis keluarga di rumah sakit-rumah sakit pemerintah tempat ia bekerja. Laquer
dan kelompoknya mulai melakukan terapi ini pada klien-klien di rumah sakit dan
keluarganya.
Dari apa yang dilakukan dan dikembangkan oleh Laquer dan teman-temanya,
maka ada kepercayaan bahwa konselor keluarga ganda dapat memberikan perubahan
dala pola-pola interaksi secara lebih cepat dan lebih efektif dari pada yang
biasa dilakukan dengan penanganan tunggal pada keluarga.
Terutama ketika ada anggota yang mengidap penyakit schizophrenia,
konseling keluarga ganda dapat memberikan hasil yang lebih baik dari pada
konseling tunggal kepada keluarga. Laquer percaya, karena hadirnya keluarga
lain dan klien lain akan mendorong orang yang terserang schizophrenia
untukdengan lebih aktif berusaha mengenali perbedaan diri dan kebebasannya dari
pada terus menerus bertahan dalam hubungan simbiotik kepada keluarganya yang
teritama menimbulkan sakitnya itu.
Laquer juga berbicara tentang jenis komunikasi yang sesuai untuk setiap
jenis keluarga dan bahasa untuk orang yang terkena schizophrenia. Di menemukan
keluarga lain yang dapat dugunakan sebagai perantara antara konselor dan
keluarga itu, dan antara konselor dan orang yang terkena schizophrenia serta
sering juga untuk menjernihkan hubungan antara klien itu dengan keluarganya.
Setelah memperkenalkan konseling keluarga ganda di New York Hospital,
Laquer pindah ke Vermont. Di sana dia terus mempraktekkan konseling tersebut.
Ketika ia melakukan serentak untuk empat atau lima keluarga, dari prakteknya
sendiri atau dari rumah sakit dan klinik kesehatan mentalnya, dia menjelaskan
bahwa problem mereka akan digabungkan. Tetapi tiap-tiap keluarga harus merasa
bebas apakah akan ikut bersama-sama mengadakan pembicaraan lagi ataukah tidak
setelah pertemuan pertama. Setiap keluarga akan ditangani hanya jika tiap
anggota keluarga memerlukan bantuan.
Keluarga-keluarga itu bercampur dalam pendidikan dan latar belakang
sosial ekonominya. Laquer percaya bahwa dalam campuran yang acak itu, orang
dari latar belakang serupa akan cendrung untuk berinteraksi secara dangkal.
Lain dengan misalnya seorang anak sopir dengan seorang anak profesor. Menurut
laquer dapat membuat orang tua mereka masing-masing terlibat pembicaraan yang
lebih efisien, dibanding dengan dari orang tua yang berlatar belakang sejenis.
Keluarga yang tidak meninggalkan pertemuan pertama, biasanya suka untuk
mengikuti penangan selanjutnya. Waktu yang diperlukan untuk jenis konseling ini
adalah sekitar 12 sampai 18 bulan. Laquer melaporkan bahwa kebanyakan keluarga
itu semula tidak mengetahui mengapa mereka harus berada dalam kelompok itu dan
bagaimana dapat dibantu untuk membicarakan problem mereka dihadapan keluarga lain
dengan problemnya sendiri-sendiri pula. Kemuadian baru mendapatkan pengertian
dari pihak keluarga lain dan mendapat dukungan emosional dalam kelompok itu,
sehingga mengurangi rasa sakit daro problem yang dirasakan. Akhirnya baru dapat
menghadapai dengan tenang bahwa mereka memang telahmenyebabkan adanya problem
itu,
Laquer telah menyebutkan satu persatu meklanisme perubahan yang dia
yakini dala konseling keluarga ganda ini, yaitu:
·
Konseling keluarga ganda menggunakan keluarga
yang agar tidak terganggu secara co-counselor (konselor pembantu). Karena semua
keluarga dala kelompok itu umumnya memiliki sebuah problem, maka konseling
keluarga ganda memberikan kesempatan kepada mereka dalam kerangka kerja
tersebutuntuk mengadakan komunikasi dan memperoleh pengertian yang lebih baik.
Dengan keadaan demikian satu keluarga dengan senang hati dapat menerima
keluarga yang lain dan keluarga yang lain itu dapat berperan sebagai
co-counselor dalam konseling.
·
Laquer percaya bahwa kompetisi di antara
keluarga di dalam sistem konseling keluarga ganda ini, akan menghasilkan
perubahan yang lebih cepat dala tahap awal penanganan. Sedang kooperasi
(kerjasama) akan menimbulkan kompetisi pada tahap akhirnya.
·
Konseling keluarga ganda akan membantu
menyebarluaskan bahwa individu anggota keluarga harus mengerti tingkah lakunya,
reaksi-reaksinya, dan tabiat-tabiatnya secara umum terhadapa orang lain dalam
lingkungannya. Konselor menggunakan konsep ini dalam mengembangkan interaksi
untuk membuat perasaan, problem-problem, dan kebutuhan orang-orang yang diobati
itu yang sebelumnya ditutp-tutupi, sehingga dengan demikian dapat ditemuaka
cara baru untuk menangani mereka.
·
Anggota kelompok diberi kesempatan untuk
mengamati keadaan konflik yang sejenis. Untuk melihat bahwa keluarga yang lain
mempunyai problem yang dapat dibandingkan dengan problemnya.
·
Konseling keluarga ganda seperti yang dikatakan
Laquer, memeberikan kesempatan dengan apa yang dia sebut belajar melalui
identifikasi. Dia tunjukkan bahwa orang dapat mengerti peranannya dan
mengembangkan secara efektif dengan mengamati orang lain dalam
hubungan-hubungannya. Perkawinan dapat menjadi baik setelah orang itu mengamati
perkawinan orang lain. Hubungan anak dan orang tua dapat menjadi baik setelah
melihat hubungan anak dan orang tua lain.
·
Pengalaman konseling keluarga ganda memberikan
kesempatan kepada keluarga untuk mencoba gaya tingkah laku baru. Dapat melihat
bagaimana oramng lain memnerikan kepada mereka jika mereka beretingkah laku
lain. Dalam konseling keluarga ganda ini dimana hubungan keluarga-keluarga
disatukan, klien dan anggota keluarga lain merasa dan aman untuk membangun
tingkah laku yang adaptif dibandingkan dengan keadaan dalam konseling keluarga
tunggal (hanya keluarganya sendiri).
·
Karena adanya sifat terbuka pada akhirnya akan
membuat keluarga yang bersangkutan berbeda-beda tahap penanganannya. Ia
menyatakan bahwa orang dengan besar sintomnyadalam keanggotaan kelompok konseling
keluarga ganda ini, mengembangkan perubahan dan sikap berikutnya dalam
perubahan itu terjadi pada anggota kelompok yang lain setelah melihat adanya
tabiat yang dewasa dari model yang pertama tadi.
·
Konseling keluarga ganda memberikan kesempatan kepada
konselor untuk menggunakan tipe tingkah laku yang lebih baru, lebih realistis
seperti yang ditunjukkan oleh seorang individu atau keluargasebagai dasar
untukmengarahkan perhatian seluruh kelompok serta untuk mengajak seluruh
keluarga dan individu lain memiliki situasi yang efektif dan realistis seperti
tersebut di atas.
·
Laquer menjelaskan bahwa kelompok konseling
keluartga ganda mudah berubah pendirian dan mudah goncang dan gagal jika
konselor tidak membawanya ke dalam situasi yang baru. Konselor harus memiliki
kecakapan untuk membetulkan dengan cepat jika terjadi kesalahan fungsi, harus
ada inisiatif untuk memilih pendekatan-pendekatan dalam situasi yang kritis.
·
Laquer menganjurkan perlunya evaluasi yang lebih
seksama dan penelitia selanjutnya. Dia juga menunjukkan kesimpulan sementara
mengenai konseling keluaraga ganda ini berdasarkan 600 keluarga yang mengalami
konseling ini. [6]
Unduh file DISINI
Unduh file DISINI
Thanks info definisinya ..
BalasHapusGOOD man,,, I like it.. :)
BalasHapus